Detail Info

Tips Menata Interior Bagi Penghuni Rumah yang Memiliki Hewan Peliharaan


Tidak hanya sebagai penyaluran kesenangan saja, memelihara hewan di rumah juga bisa menjadi obat stres bagi pemiliknya. Agar kesenangan ini dapat dinikmati oleh semua anggota keluarga, interior rumah harus ditata sebaik mungkin. Tujuannya agar keberadaan hewan peliharaan ini tidak menimbulkan gangguan dan kerusakan.

Karakter hewan peliharaan

Setiap jenis hewan peliharaan mempunyai kebiasaan dan karakter yang berbeda-beda. Misalnya anjing, sangat suka berlari-lari. Sedangkan kucing lebih sering bermanja dan bermalas-malasan. Hal ini harus dipahami oleh pemiliknya.

Setelah itu pilih furnitur yang sesuai dengan karakter hewan peliharaan tersebut. Jika memelihara anjing dan hewan lain yang banyak bergerak, sebaiknya menyiapkan area khusus untuk mereka. Selain itu jangan meletakan hiasan atau pernak-pernik interior yang mudah jatuh dan pecah ketika tersenggol.

Kemudian untuk hewan yang hanya senang berdiam diri saja, penggunaan bantal kecil dan empuk merupakan pilihan terbaik. Hewan peliharaan dengan karakter seperti ini memang tidak terlalu merepotkan, namun tetap harus diperhatikan kebutuhannya.

Lantai ruang

Salah satu masalah yang sering muncul ketika mempunyai hewan peliharaan adalah ruang menjadi mudah dan cepat kotor terutama di bagian lantai. Untuk meminimalkan resiko ini, disarankan memakai lantai dari bahan marmer, vinyl atau semen unfinished. Lantai kayu jangan dipilih karena mudah terkena goresan dari kuku-kukunya.

Jangan memberi lapisan lantai dengan karpet karena mudah menjadi sarang kotoran. Apalagi untuk hewan peliharaan yang memiliki bulu, karpet merupakan tempat yang sering menjadi tempat berkumpulnya bulu-bulu rontok. Jika jarang dibersihkan, tentu akan menjadi sumber penyakit.

Kain antinoda

Tidak jarang dalam interior terdapat furnitur yang memakai kain sebagai materialnya. Misalnya gorden, lapisan kursi sofa, bantal kursi dan sebagainya. Terkait dengan hal ini, gunakan kain yang tidak cepat kotor sekaligus mudah dibersihkan.

Hindari penggunaan kain beludru dan sejenisnya karena bahan ini memiliki sifat yang sama persis dengan karpet. Lapisan kursi dari bahan kulit sebaiknya juga tidak dipilih, apalagi jika hewan peliharaannya adalah kucing yang suka mencakar-cakar.

Pintu ruang

Jika kondisi memungkinkan, sediakan jalur khusus misalnya pintu kecil yang mudah didorong. Sehingga hewan peliharaan tersebut dapat keluar masuk tanpa melalui pintu utama.

Jangan lupa pula meletakan keset di depan pintu tersebut. Meski kemungkinan besar hewan peliharaan tidak tahu fungsinya, namun sedikit banyak bisa mengurangi resiko masuknya kotoran dalam ruang.

Area khusus untuk bermain

Apapun jenisnya, setiap hewan peliharaan perlu disediakan area atau ruang khusus untuk bermain dan istirahat atau tidur. Termasuk juga kebutuhan makan dan minum hingga buang kotoran, beserta kelengkapan lainnya, sebaiknya selalu tersedia di sini.

Terakhir sebagai tips tambahan, meski tak mudah dan butuh waktu lama, latih hewan peliharaan agar dapat memahami saat diperintah. Misalnya tidak buang kotoran secara sembarangan, makan di tempat yang telah disediakan dan sebagainya.