Detail Info

Teknik Membuat Dekorasi Semen Ekspos Agar Terlihat Semakin Cantik


 

Konsep penataan dekorasi interior dengan menggunakan seman ekpos makin disukai oleh masyarakat terutama generasi milenial. Jika sebelumnya hanya kafe, restoran dan salon saja yang tertarik memakai desain ini, namun sekarang sudah mulai merambah ke rumah hunian.

Kelebihan semen ekspos

Semen ekspos atau semen unfinished seringkali diaplikasikan di elemen dinding dan plafon atau lantai. Terlebih ketika gaya industrial mengalami peningkatan popularitas. Tampilannya yang terlihat alami dan natural menjadi kelebihannya. Apalagi gaya ini bisa dikombinasikan dengan berbagai perabot furnitur.

Selain itu pembuatannya tidak membutuhkan biaya tinggi. Bahkan perawatannya juga mudah dilakukan, apalagi setelah dilengkapi dengan coating. Apabila ada bagian yang kotor cukup dibersihkan menggunakan sapu atau kain serbet saja. Ketahanannya juga sangat bagus karena materialnya mempunyai sifat sangat tahan terhadap gesekan.

Beberapa tips penting

Dekorasi yang menggunakan semen ekspos akan menjadi semakin indah tampilannya ketika dipadukan dengan warna maupun elemen tertentu. Semen yang memiliki warna abu-abu sangat menarik dikombinasi dengan warna cerah seperti merah atau kuning. Pengguanan warna ini sebaiknya diterapkan pada bingkai cermin atau foto, lampu dan furnitur lainnya.

Usahakan agar warna-warna kontras ini tidak terlalu banyak, agar warna abu-abunya tetap menjadi warna dominan. Demikian pula dengan warna lain seperti hitam untuk perabot dari besi dan coklat untuk kayu, harus tetap menjadi warna dominan kedua di interior.

Kemudian untuk menghindari nuansa suram dari warna abu-abu, penggunaan semen ekspos tidak perlu diaplikasikan pada seluruh bagian ruang. Misalnya jika diterapkan pada dinding, lantainya bisa menggunakan material lain yaitu lantai kayu. Demikian pula untuk plafon, harus memakai bahan berbeda namun tetap mampu menghadirkan kesan alami.

Meskipun biayanya tidak tinggi, pembuatan semen ekspos itu tergolong sulit. Terjadi kesalahan sedikit saja dalam pengerjaannya, pasti terlihat dengan jelas. Kesalahan ini, yang paling sering muncul adalah adanya retakan-retakan lembut pada permukaannya. Untuk itu pilih tukang yang sudah berpengalaman dan benar-benar ahli.

Untuk pembuatannya sendiri, semen ekspos memerlukan semen biasa, semen instan,  pasir dan air. Proses pengerjaannya tidak jauh beda dengan acian dan harus menunggu sekitar 2 hingga 3 minggu untuk pengeringannya. Setelah itu baru boleh diberi lapisan dengan ketebalan 1 sampai 3 mm dan diratakan secara melingkar dengan roskam baja.

Kemudian untuk menghindari munculnya retak halus atau retak rambut, penggunaan air harus melalui perhitungan yang tepat. Tidak boleh kurang atau sebaliknya terlalu berlebihan termasuk pembuatan adonannya. Apabila ternyata tetap muncul retak-retak, tutup dengan plamir.

Terakhir sebagai tips tambahan, jika mau memasang dan meletakan sesuatu di dinding semen ekspos gunakan bor saat memaku agar tidak retak dan pecah. Selain itu apabila diaplikasikan di lantai, tidak boleh dipakai menaruh benda berat sehingga terhindar dari resiko goresan. Satu hal lagi, semen ekspos hanya cocok untuk interior saja dan mudah rusak jika diaplikasikan pada luar ruang.