Detail Info

Mengenal Dekat Gaya Arsitektur Renaissance yang Selalu Bikin Kagum Banyak Orang


 

Arsitektur Renaissance merupakan gaya desain bangunan yang mulai berkembang di Eropa pada awal abad XV hingga XVII. Pada era tersebut, terjadi suatu titil balik dimana banyak seniman dan pencipta arsitektur bangunan yang ingin kembali ke kebudayaan klasik, terutama yang berasal dari zaman Romawi Kuno dan Yunani Kuno.

Latar belakang kehadiran gaya arsitektur Renaissance

Pada abad pertengahan atau abad XV, tatanan budaya dan politik di Eropa mengalami kemunduran yang sangat besar. Kondisi ini kemudian memunculkan sebuah perubahan besar atau revolusi di Perancis. Sejak saat itu masyarakat mulai tertarik kembali lagi ke masa klasik yang pemikirannya dianggap lebih rasional.

Perubahan besar atau revolusi ini dinamakan sebagai zaman pencerahan atau zaman Renaissance, dimana masyarakat tidak lagi tertarik terhadap hal-hal yang bernuansa keagamaan. Pada masa ini, kebudayaan yang berkembang di masyarakat seringkali dipengaruhi oleh para ahli filsafat Romawi dan Yunani.

Hal ini ditandai dengan adanya suatu diktum atau faham yang menyebutkan ‘ketika aku berpikir, maka aku akan selalu ada’. Maksud dari pernyataan tersebut kurang lebih adalah desain arsitektur bangunan harus dikembalikan lagi dalam pemikiran antroposentris yang bermakna bahwa manusia merupakan makluk paling istimewa di dunia.

Ciri utama arsitektur Renaissance

Gaya arsitektur Renaissance selalu dilengkapi dengan kolom ukuran besar menyerupai arsitektur klasik Romawi dan Yunani. Sangat wajar, karena pemunculannya memang memiliki tujuan khusus untuk menghidupkan lagi kedua kebudayaan tersebut. Meski demikian tingkat kemiripannya tidak mencapai 100% karena para arsitekturnya tidak mau meniru secara bulat-bulat.

Konsep pendirian bangunannya tidak terlalu terikat pada aturan-aturan baku sehingga mempunyai penampakan yang lebih bervariasi. Sebagian masih ada yang dilengkapi dengan kubah besar pada bagian paling atas atau puncaknya, tetapi tidak sedikit pula yang menghilangkan kubah tersebut.

Konsep penataan dekorasinya juga banyak berubah dan didominasi dengan karya seni patung atau seni lukis. Pada saat itu muncul ilmuwan sekaligus seniman kenamaan Leonardo da Vinci bersama Michaelangelo.

Untuk bagian interior, sering dikombinasikan dengan unsur klasik terutama pada pemakaian mebel dan furniture karena dianggap punya nilai estetika tinggi. Mozaik kaca tidak jarang ikut disertakan terutama pada bangunan gereja. Biasanya hiasan mozaik kaca tersebut dibuat dalam bentuk lukisan dan berisi kisah-kisah injil.

Elemen tangga juga sering diekplorasi dan dijadikan sarana penciptaan karya seni. Para seniman yang hidup di masa tersebut seakan-akan ingin melakukan aksi balas dendam karena pada periode sebelumnya selalu mendapat pengekangan berkreasi dari pihak kerajaan dan gereja.

Contoh bangunan kuno dengan gaya arsitektur Renaissance yang masih dapat dinikmati pada masa sekarang antara lain adalah El Escorial yang saat ini difungsikan sebagai museum di kota Madrid Spanyol. Selain itu ada gereja St. Peter di Vatikan, Chateau de Chambord di Chambord Perancis, The Queen’s House di London Inggris dan Gedung Balaikota Antwerp di Belgia.