Detail Info

Langkah Penting Bagi Pebisnis Properti Dalam Menghadapi Era New Normal


Pandemi covid-19 atau wabah corona memunculkan dampak besar terhadap berbagai sektor industri termasuk properti dan perumahan. Pelakunya harus mampu melakukan adaptasi dan inovasi agar bisa bangkit kembali saat menghadapi era new normal atau kehidupan baru.

  1. Harga

Harga merupakan salah satu faktor yang perlu disesuaikan dengan kondisi sekarang. Menurut rilis yang dipublikasikan oleh Indonesia Property Watch, harga properti pada saat ini tidak jauh beda dengan harga di tahun 2017. Artinya, tidak ada kenaikan yang signifikan di bisnis tersebut, apalagi untuk perumahan.

Karena itu pelaku usaha bisnis properti harus melakukan koreksi harga atas produk perumahan bagi konsumen. Tujuannya agar berhasil mencari titik keseimbangan baru akibat adanya produk properti yang over value.

  1. Sistem pemasaran dan transaksi

Selama penyebaran virus corona belum bisa diatasi, pengembang harus akrab dengan penerapan teknologi digital termasuk urusan pemasaran. Di era new normal, teknologi ini makin jamak dipakai. Misalnya untuk transaksi jual beli rumah, dilakukan dengan sistem daring termasuk penawaran kepada konsumen.

Apalagi mengingat pemerintah makin gencar mengajak masyarakat untuk bertransaksi melalui teknologi digital. Secara langsung, kebijakan ini sangat berpengaruh terhadap bisnis perumahan. Pengembang dan konsumen tidak perlu bertemu secara tatap muka. Bahkan perjanjian jual beli yang melibatkan notaris.

  1. Kebiasaan

Dampak berikutnya dari peristiwa penyebaran virus corona adalah adanya kebiasaan baru dan salah satu contoh paling nyata terjadi dalam sistem kerja. Saat ini semakin banyak yang melakukan kegiatan kerja di rumah atau WFH (Work From Home).

Pada masa mendatang, kemungkinan besar kebiasaan seperti ini tetap berjalan karena perusahaan menganggap jika sistem kerja semacam ini justru lebih menguntungkan. Oleh karena itu setiap pengembang disarankan menciptakan konsep perumahan yang mampu menghadirkan rasa nyaman untuk bekerja bagi penghuninya.

  1. Inovasi

Selain harga, inovasi juga harus dihadirkan. Bahkan unsur ini dianggap sebagai kunci utama bagi pebisnis properti untuk meraih pangsa pasar. Jadi yang perlu dilaksanakan tidak hanya segmentasi saja misalnya rumah gaya minimalis atau rumah dengan harga murah.

Lebih dari itu, harus disadari pula bahwa konsumen perumahan menginginkan adanya sesuatu yang sifatnya baru dan sebelumnya belum pernah ada. Berdasarkan hal inilah para pengembang diharapkan berinovasi agar permintaan konsumen dapat terpenuhi.

  1. Konsep

Kondisi normal baru atau era new normal memunculkan dampak lain yaitu perubahan perilaku masyarakat. Karena itu setiap pengembang disarankan mengutamakan sistem baru agar bisa lebih sesuai.

Contohnya, faktor keamanan di komplek perumahan tidak hanya dihubungkan dengan urusan fisik saja, tapi harus dikaitkan pula dengan masalah kesehatan. Demikian pula dengan eleman-eleman lain, perlu disesuaikan dengan pola kehidupan penghuninya di masa pandemik.

Jika semua langkah penting di atas dilakukan secara penuh oleh para pengembang dan pebisnis properti, pasti bisnisnya tetap bisa maju dan sukses dalam mencari pasar.