Detail Info

Ingin Membuat Dapur Terbuka?, Kenali Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


Pada umumnya dapur terbuka dibuat di rumah hunian bergaya modern dan diletakan secara menyatu dengan ruang lain tanpa dilengkapi sekat permanen. Misalnya ruang makan atau halaman belakang.

Tujuan dari penerapan sistem ini yaitu untuk menciptakan suasana lebih lega diantara keduanya. Tetapi sebagaimana konsep tata letak ruang yang lain, penggunaan dapur terbuka juga punya kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan

Dapur yang menyatu dengan ruang lain akan membuat penghuni rumah menjadi lebih leluasa ketika membuat masakan. Hasil masakannya juga mudah dipindah ke meja makan karena tidak perlu melewati dinding pembatas antar ruang. Kondisi ini juga berlaku saat membersihkan perabot makan dan meletakannya di tempat penyimpanan.

Kelebihan berikutnya, sirkulasi udara dan asupan cahaya alami matahari bisa berjalan lebih lancar karena dilengkapi bukaan besar. Bukaan besar ini berguna untuk menuju taman belakang atau ruang makan. Sehingga, dapur tidak mudah terkena lembab atau aroma tidak sedap.

Karena dibuat menyatu dengan ruang lain, setiap anggota keluarga jadi lebih mudah berkomunikasi. Nuansa kebersamaan selalu muncul secara mendalam. Bahkan ketika membutuhkan bantuan saat memasak, hal ini bisa semakin cepat dilakukan.

Dalam dapur terbuka, satu perabot furnitur dapat difungsikan di dua ruang sekaligus. Misalnya selain digunakan sebagai tempat menyiapkan makanan, kitchen set juga bisa dipakai untuk menyajikan hidangan. Apalagi karena tidak perlu kelengkapan penyekat permanan, budget pembuatannya akan menjadi lebih hemat.

Kekurangan

Adapun salah satu kekurangan dari dapur terbuka antara lain adalah adanya asap dan aroma masakan yang mudah menyebar ke area lain. Terlebih jika letaknya tidak jauh dari ruang tamu, tentu hal ini bisa menimbulkan permasalahan tersendiri.

Tapi jika ingin terhindar dari masalah tersebut, cara terbaiknya adalah melengkapinya dengan cooker hood. Fungsi dari alat ini adalah sebagai penghisap asap dan bau yang muncul ketika sedang membuat masakan.

Dapur terbuka bersifat tidak tertutup karena tidak adanya pintu. Kondisi ini membuat tikus, kecoak dan binatang pengganggu lainnya mudah masuk. Apalagi ketika musim hujan tiba, ada kemungkinan cacing yang berasal dari halaman belakang juga mudah masuk.

Dibanding dengan dapur tertutup, dapur terbuka memiliki resiko lebih tinggi terhadap munculnya kotoran debu. Selain itu saat musim hujan mudah kena cipratan air hujan, apalagi jika hujannya disertai dengan angin kencang. Hal ini lebih sering terjadi pada dapur terbuka yang dibuat berdekatan dengan halaman belakang.

Dampak dari semua resiko ini yaitu, setiap penghuni rumah harus menyediakan waktu khusus untuk melakukan pembersihan. Terlebih lagi ketika ada perabot memasak atau makan yang terkenca cipratan air hujan dan tidak segera dibersihkan, tentu akan cepat rusak atau berkarat.

Setiap keputusan memang memiliki manfaat sekaligus resiko. Tapi setidaknya setelah mengetahui penjelasan di atas, pemilik dan penghuni rumah tentu dapat menjadi lebih mudah dalam mententukan pilihan, apakah mau membuat dapur terbuka atau tertutup.