Detail Info

Co Living, Sebuah Konsep Hunian yang Sedang Menjadi Tren di Kalangan Milenial


 

Seiring dengan perkembangan zaman, makin banyak konsep penataan hunian yang bisa diterapkan oleh penghuninya. Salah satunya adalah konsep co living yang saat ini makin terkenal dan menjadi trend di kalangan milenial. Terutama milenial yang tinggal di daerah perkotaan dengan alasan agar lebih mudah mengakses pusat hiburan, pusat belanja, rumah sakit dan layanan publik lainnya.

Awal pemunculan  

Sebenarnya, hunian dengan konsep co living itu sudah muncul sejak ratusan tahun lalu persisnya pada abad XIX. Pada masa tersebut, banyak sekali negara-negara Eropa yang menerapkan konsep ini untuk membangun asrama sekolah atau perguruan tinggi dan biarawan. Selain itu tidak sedikit tempat tinggal tentara yang dibangun dengan konsep yang sama.

Faktor utama yang mendasari adanya gagasan ini adalah karena biaya pembangunannya yang lebih murah. Selain itu bisa digunakan atau disewakan dalam jangka waktu yang pendek. Karena setelah lulus sekolah atau purna tugas bagi tentara, mereka pasti akan kembali ke keluarga masing-masing.

Perkembangan saat ini

Dalam perkembangan selanjutnya, sekitar tahun 2010 konsep ini sering diterapkan kembali bahkan makin dikenal di seluruh dunia. Kemudian pada masa sekarang, hunian co living lebih disukai oleh milenial yang belum mempunyai keluarga sendiri atau belum menikah.

Beda dengan hunian kost, tempat tinggal semacam ini menghadirkan suasana yang lebih nyaman karena dilengkapi dengan aneka macam perabot sebagaimana rumah hunian biasa. Bukan itu saja, lokasinya selalu berada di tempat srategis agar mudah menjangkau berbagai fasilitas umum.

Model penggunaan hunian

Dalam penggunaannya, hunian co living dapat disewa oleh milenial melalui sistem per unit kamar atau ruang. Sedangkan fasilitas untuk masak atau makan, bekerja, olahraga dan sebagainya, pada umumnya disediakan oleh pihak pengelola dan bisa dipakai secara bersama-sama dengan penghuni yang lain.

Kelebihan utama dari hunian co living adalah model bangunannya selalu dibuat dengan gaya yang lebih modern dan kekinian, sesuai karakter dan selera milenial. Bahkan masing-masing penghuni tidak akan direpotkan oleh urusan perawatan maupun kebersihan hunian. Semua akan diurus oleh pihak pengelola.

Kelebihan dan kekurangan

Harga sewa hunian co living memang lebih mahal dibanding harga sewa kost. Tetapi sebagaimana yang disebutkan di atas, hunian ini mempunyai fasilitas yang sangat lengkap. Bahkan ada co living yang dilengkapi dengan ruang kebugaran tubuh atau gym, kolam renang, akses internet gratis atau wifi, ruang kerja dan sebagainya.

Namun di sisi yang lain tingkat privacy-nya tergolong rendah karena harus tinggal bersama dengan dengan penghuni lain, mirip dengan suasana kost atau asrama. Apalagi jumlah penghuninya dapat mencapai puluhan orang.

Meski demikian hunian dengan konsep co living tetap layak dipilih oleh milenial untuk dijadikan tempat tinggal sementara sebelum bisa memiliki rumah hunian pribadi. Apalagi bagi milenial yang memiliki mobilitas tinggi dan selalu sibuk dengan aneka kegiatan atau pekerjaan.