Detail Info

Cara Jitu Memilih Asuransi Bagi Bangunan Rumah


Beberapa jenis bencana yang sering melanda bangunan rumah antara lain adalah kebakaran, gempa bumi, tanah longsir dan banjir. Semua bencana tersebut sering memunculkan dampak yang sama, rumah menjadi tidak layak untuk dijadikan hunian kembali. Kemudian jika ingin membangun lagi pasti dibutuhkan dana yang tidak sedikit.

Agar kasus kekurangan dana pembangunan rumah bisa diminimalkan resikonya, salah satu metode terbaik yang bisa dilakukan adalah ikut asuransi perlindungan rumah. Pada masa sekarang, banyak sekali perusahan asuransi yang rajin melakukan penawaran produk berupa lindungan rumah atau properti. Namun dibalik itu semua, perlu beberapa tips dan cara khusus saat mengikutinya.

  1. Tingkat kredibilitas perusahaan

Sebelum memilih asuransi rumah, harus melakukan pengecekan lebih dulu. Buatlah perbandingan antara satu perusahaan asuransi dengan perusahaan sejenis lainnya. Mulai dari permodalan, jumlah peserta asuransi, jaringan kerja, laporan keuangan dan sebagainya. Semua merupakan alat utama untuk menilai tingkat kredibilitas perusahaan asuransi tersebut.

  1. Masalah perijinan

Pengecekan lain yang juga perlu dilakukan berkaitan erat dengan masalah perijinan. Di Indonesia, setiap perusahaan asuransi harus memiliki izin operasional dari Badan Pengawan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Selain itu juga diwajibkan menjadi anggota dalam organisasi AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia). Tanya pada kedua lembaga tersebut dan jika belum tercatat, kemungkinan besar merupakan perusahaan asuransi ilegal.

  1. Isi kontrak asuransi

Jangan langsung ikut asuransi perlindungan rumah atau properti apabila belum mengetahui secara jelas isi kontraknya. Misalnya ketika ikut asuransi kebakaran, harus ditanyakan apakah perusahaan asuransi akan menangung kerugian terhadap resiko semua jenis kebakaran atau hanya kebakaran tertentu saja.

Musibah kebakaran itu bisa terjadi melalui beberapa sebab seperti konsertling listrik, bencana alam (kena sambaran petir), rembetan kebakaran dari rumah lain atau tetangga dan sebagainya. Hal ini perlu diperjelas secara rinci dalam kontrak asuransi. Termasuk juga aset yang ada dalam bangunan rumah, ikut ditanggung atau tidak.

  1. Perhitungan nilai tanggungan kerugian

Jangan sungkan bertanya pada petugas atau agen asuransi jika menemukan pasal perjanjian yang sifatnya kurang jelas. Jika semuanya sudah dijelaskan secara lengkap dan terperinci, tanyakan juga sistem perhitungan nilai pertanggungan saat pengajuan klaim.

Jangan sampai terjadi, dana klaim yang diterima ternyata lebih sedikit daripada nilai premi yang dibayarkan. Tidak sedikit peserta asuransi perlindungan rumah yang saat mengajukan klaim, tapi dana dari perusahaan asuransi tidak mencukupi untuk membangun rumah baru meskipun memakai konsep desain yang sama persis dengan rumah lama. Kasus semacam ini harus dihindari.

  1. Menyesuaikan dengan kondisi rumah

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, program asuransi yang diikuti harus sesuai dengan keadaan dan kondisi rumah. Contohnya apabila bangunan rumahnya terletak di wilayah perbukitan, maka tidak perlu ikut asuransi perlindungan rumah dari bencana banjir. Jenis asuransi paling tepat untuk perlindungan aset rumah seperti ini adalah bencana tanah longsor atau gempa bumi.