Detail Info

Cara Cerdas Membuat Kamar Tidur Khusus Untuk Bayi dan Balita


 

Meski masih kecil tidak ada salahnya melatih bayi dan balita untuk mandiri. Misalnya dengan cara membuatkan kamar tidur sendiri yang terpisah dari kamar orangtua. Namun karena usianya yang masih begitu belia, tentu saja ada berbagai hal yang perlu diperhatikan ketika membuatkan kamar tersebut.

1. Letak kamar
Semua pasti menyadari bahwa bayi dan balita belum dapat mengurus diri sendiri. Sehingga letak kamar tidurnya harus berdekatan dengan kamar orangtua atau penghuni rumah lainnya. Jadi ketika terbangun atau menangis pada malam hari dan memerlukan bantuan, bisa diketahui dengan segera dan segala aktivitasnya bisa dikontrol.
Perlu diperhatikan pula di sini, letak kamar bayi atau balita tidak boleh terlalu berdekatan dengan area yang sering menimbulkan suara bising seperti dapur, ruang cuci pakaian dan lainnya. Suara bising akan menimbulkan gangguan ketika sedang istirahat bahkan membuat pertumbuhannya jadi terhambat.

2. Sistem sirkulasi udara dan pencahayaan
Banyak ahli kesehatan yang menyarankan agar setiap bayi dan balita sering dijemur di bawah sinar matahari pagi. Kegiatan ini sangat bagus untuk menjaga kesehatan dan menunjang pertumbuhan tulang. Terkait dengan hal ini lengkapi kamar tidur mereka dengan sistem penyahayaan alami yang baik agar asupan sinar matahari di waktu pagi bisa terpenuhi.
Jangan lupa pula sistem sirkulasi udaranya juga harus bagus dan lancar, agar kondisi kamar lebih nyaman. Selain itu yang tidak kalah penting adalah untuk mencegah kehadiran jamur dan sumber penyakit lainnya seperti virus dan bakteri.

3. Kebutuhan perabot
Perabot yang dimasukan dalam kamar bayi dan balitas harus selalu sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Diantaranya adalah box tempat tidur, lemari pakaian dan kursi ukuran kecil dan besar. Kursi kecil tentu saja untuk duduk si bayi apabila mereka sudah mampu duduk sendiri, sedangkan kursi besar dipakai orangtua untuk membantu si belia dalam melakukan kegiatannya.
Perabot lain yang nilai kegunaannya tidak kalah penting yaitu crazenda untuk mengganti pakaian atau popok setelah mandi dan kursi untuk menyusui. Aneka mainan, CD player atau MP3 player hingga lukisan juga dapat dimasukan sehingga perkembangan motorik otaknya bisa berkembang dengan baik.
Kemudian karena berada di daerah tropis, sebaiknya box bayi dikasih kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk. Jangan menggunakan lotion atau obat serangga karena bisa menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mereka.

4. Pemilihan warna
Warna-warna pastel merupakan warna terbaik yang dapat dipilih untuk mendesain kamar bayi dan balita, terutama kombinasi antara warna primer dan putih. Pemilihan warna ini dapat menghasilkan suasana tenang dan lembut. Jangan memakai warna gelap atau terlalu cerah seperti jingga, merah atau biru tua karena bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.
Melalui penerapan beberapa tips diatas diharapkan buah hati dapat tumbuh dengan normal. Selain itu perkembangan motoriknya juga tidak mengalami gangguan dan mempunyai kualitas kesehatan yang lebih bagus.