Detail Info

Untuk Memudahkan Penentuan Harga, Pemerintah Akan Membuat Zona Nilai Tanah


Sahabat Perumahan Fajar Group pasti pernah melihat atau mengalami sendiri adanya ketidakcocokan harga antara penjual dan pembeli tanah. Selain itu ada pula harganya berbeda jauh meski lokasinya berdekatan.

Hal ini tidak hanya berpengaruh bagi warga yang ingin membuat rumah hunian saja, tetapi juga proyek-proyek pembangunan pemerintah. Terutama terkait dengan urusan pembebasan tanah. Terlebih ketika sudah mulai bermunculan para spekulan tanah.

Sehubungan dengan hal ini, pemerintah melalui Kementrian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berniat membuat ketetapan Zona Nilai Tanah (ZNT), persil dan penilaian properti. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas atas penilaian properti beserta pajak properti.

Selain itu sahabat Perumahan Fajar Group, dari langkah ini diharapkan bisa tercipta sistem pengelolaan pertanahan maupun tata ruang berstandar internasional. Sehingga semua pihak yang mempunyai urusan dengan pertanahan, baik pembeli, penjual dan pengembang bisa lebih mudah menjalankan proyeknya.

Menurut Menteri ATR/BPN Sofyan Abdul Djalil, program ini merupakan hal penting baik untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Selain itu dia juga menyatakan jika pemerintah selalu serius untuk membangun infrastruktur seperti bandara, jalan tol dan kebutuhan lainnya.

Sehingga untuk kedepannya pemerintah juga merasa perlu melaksanakan rekonstruksi atas penggunaan tanah. Terutama dalam dalam rangka melakukan antisipiasi terhadap perubahan iklim.

Kerja sama dengan World Bank

Sahabat Perumahan Fajar Group, saat ini lembaga tersebut sudah mulai menerima masukan dan melakukan kerja sama dengan badan yang lain, termasuk Bank Dunia atau World Bank. Adapun cakupan kajiannya antara lain sistem pemberian nilai tanah, harga tanah dan properti massal.

Dengan adanya masukan tersebut, sistem penentuan harga tanah bisa semakin mudah diimplementasikan. Bahkan dapat diterima oleh semua pihak dan pemangku, terutama yang memiliki kepentingan karena mekanisme penentuan harga dapat berjalan secara adil.

Sementara itu sebagaimana rilis dari rumah.com, World Bank menyatakan selalu siap memberi bantuan pada pemerintah Indonesia dalam rangka menentukan harga tanah yang adil. Sehingga ajang spekulasi bisa dihindari dan apabila terjadi kenaikan harga, tetap bisa berjalan sesuai mekanisme pasar.

Sahabat Perumahan Fajar Group, Ming Zhang merupakan Practice Manager/Urban, Land and Disaster Risk Management dari World Bank. Dia memberi ketegasan bahwa Kementrian ATR/BPN merupakan mitra penting bagi World Bank untuk mendukung berbagai progam milik lembaga dunia tersebut.

Di Indonesia, lembaga ini memiliki rencana untuk membuat proyek percontohan pada uji sistem penilaian harga tanah dalam bentuk digital. Nantinya, sistem ini juga akan dihubungkan dengan sisten penentuan harga properti atau bangunan sekaligus mampu memberi dukungan pada adminitrasi perpajakan.

Di Solo Raya sendiri, harga tanahnya juga terus meroket. Terutama di area-area yang aksesnya mudah dan berjarak tidak jauh dari pusat kota. Jadi dengan adanya program ini pula, sahabat Perumahan Fajar Group boleh berharap bisa mencari rumah hunian dengan harga lebih terjangkau.