Detail Info

Tahun 2021 Tapera Menargetkan Pembiayaan Rumah Sebanyak 51 Ribu Unit


Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), menargetkan tahun 2021 ini dapat menyalurkan dana pembiayaan rumah sebanyak 51 ribu unit. Hal ini dinyatakan Eko Ariantoro selaku Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana BP Tapera ketika bertemu wartawan beberapa waktu lalu.

Initial project

Pada kesempatan tersebut dia menginformasikan jika pembiayaan ini berbentuk initial yang terbagi menjadi dua project. Untuk project pertama jumlahnya 11 ribu unit yang akan diberikan pada awal tahun. Sedangkan project kedua dilaksanakan sebanyak 40 ribu unit di semester kedua.

Dinyatakan juga, hingga saat ini BP Tapera masih membuat persiapan initial project pembiayaan perumahan. Nantinya initial tersebut bisa dipakai oleh semua peserta dan anggota Tapera, tertama yang memenuhi syarat dan memiliki urutan prioritas.

Dalam realisasinya nanti, initial project ini akan dijalankan melalui kerjasama dengan pihak perbankan. Diharapkan pula, semua berjalan lancar bahkan dapat dimulai pada bulan April tahun ini juga.

Jenis pengelolaan

Dalam waktu yang bersamaan Eko Ariantoro menerangkan jika bisnis yang dikelola BP Tapera itu berbeda dibandingkan dengan bisnis yang dijalankan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Bapertarum).

Perbedaan tersebut antara lain terletak pada sistem pengelolaannya dimana BP Tapera membagi menjadi 3 macam proses. Pertama adalah pengerahan dana dan yang kedua pemupukan dana. Sedangkan yang ketiga bentuknya adalah pemanfaatan dana.

Melalui tiga macam proses pengelolaan tersebut, dana yang sebelumnya punya nilai 9,2 triliun rupiah akan mendapat tambahan dari para peserta. Mereka adalah PNS aktif sebanyak 3% kali jumlah yang akan ditetapkan oleh Menteri Keuangan melalui suatu peraturan. Setelah ditambahkan, akan menjadi dana kelola.

Melalui tim likuidasi, BP Tapera mendapatkan pengalihan dana Tabungan Perumahan (Taperum) milik anggota PNS aktif dan pensiunan senilai 11,86 triliun rupiah. Dari keseluruhan dana tersebut, diambil 1,5 triliun rupiah yang kemudian diberikan bagi 337.740 pensiunan maupun ahli warisnya dalam tahap pertama.

Tahap pertama ini, pada tanggal 19 Januari 2021 kemaren sudah dilakukan oleh BP Tapera melalui kerjasama dengan PT Taspen. Jadi pencairan dananya langsung masuk ke dalam masing-masing rekening anggota.

Kemudian dalam tahap kedua, akan diambil lagi dana Taperum dengan nilai sekitar 1 triliun rupiah untuk dicairkan serta diberikan melalui skema yang sama. Selanjutnya ada sisa saldo sebanyak 9,2 triliun dan semuanya akan menjadi saldo awal bagi semua peserta Taberpa. Adapun sistem perhitungannya, masih dalam proses.

Seiring dengan berjalannya operasional BP Tapera, berbagai informasi terkait dengan perhitungan saldo awal ini, dapat diketahui melalui portal resmi Tapera sekitar bulan Maret 2021.

Untuk kedepannya portal ini juga bisa berfungsi sebagai media informasi bagi semua peserta Tapera untuk mengecek jumlah simpanan yang sudah dibayar, yaitu sebanyak 3% dari gaji per bulan. Termasuk hasil pemupukan, akan diperlihatan secara jelas dan transparan.