Detail Info

Cara Mengecek Kualitas Bangunan Ketika Ingin Membeli Rumah


Faktor terpenting yang harus selalu menjadi perhatian utama ketika ingin membeli rumah adalah mutu atau kualitas bangunannya. Berdasarkan pengalaman selama ini, banyak yang terkecoh saat melihat suatu bangunan rumah yang terlihat megah dan indah. Namun setelah ditempati, ternyata banyak elemen yang cepat mengalami kerusakan.

Material bangunan

Agar bisa mendapatkan bangunan rumah dengan mutu terbaik, setidaknya terdapat dua unsur yang tidak boleh dikesampingkan. Pertama adalah material yang digunakan untuk membangun rumah tersebut.

Memang, setiap pengembang selalu memberi informasi lengkap tentang spesifikasi bangunan pada brosur-brosur yang disebarkan ke masyarakat. Namun biasanya informasi ini sifatnya hanya umum saja bahkan kurang spesifik.

Contohnya ada brosur perumahan yang menyebutkan bahwa bangunannya menggunakan keramik pada ubin lantainya. Padahal keramik sendiri terdiri dari berbagai macam jenis dan masing-masing mempunyai kualitas yang berbeda-beda.

Kemudian untuk elemen pintu dan jendela, biasanya disebutkan jika bagian tersebut menggunakan bahan kayu jati. Sementara itu, kayu jati juga tidak hanya terdiri dari satu macam saja. Ada yang mutunya sangat bagus dan awet, namun ada pula yang kualitasnya jelek dan mudah keropos atau rusak. Hal-hal semacam inilah yang sering membuat masyarakat jadi mudah tertipu.

Untuk itu pembeli rumah harus berani menanyakan urusan tersebut pada pihak pengembang. Minta penjelasan selengkap mungkin jenis material yang digunakan terutama yang berhubungan dengan mutunya. Termasuk juga konstruksi bangunan, atap, dinding dan elemen-elemen lainnya.

Pembuktian dan pengamatan

Meski semua penjelasan sudah diperoleh, jangan langsung percaya begitu saja. Semua keterangan yang diberikan oleh pengembang harus dibuktikan secara langsung. Terkait dengan hal ini, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan pembuktian.

Tentu saja pembuktian ini tidak dapat dilaksanakan begitu saja. Apalagi untuk material yang sudah tertanam dalam bangunan atau tercampur dengan material lain. Misalnya adonan semen dan pasir untuk membuat dinding atau besi pada konstruksi dan sebagainya.

Cara terbaik yang bisa dijalankan adalah melalui pengecekan terhadap bangunan rumah lain yang belum jadi atau masih dikerjakan. Apabila tipe rumah dan pengembangnya sama, tentu bahan dan material yang dipakai juga tidak akan berbeda. Dari sinilah calon pembeli bisa mengetahui apakah pengembang memang benar-benar menepati janjinya.

Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan, proses pengerjaan dan pembangunan rumah tersebut juga perlu dicermati. Meski menggunakan material dengan mutu terbaik, namun apabila pengerjaannya tidak dilakukan secara benar, mutu bangunannya juga menjadi tidak bagus.

Perlu diketahui pula, setiap tukang bangunan ini pasti memiliki keahlian yang berbeda-beda. Ada tukang khusus untuk memasang ubin lantai, mengerjakan pintu kayu, pasang atap dan sebagainya. Jika melihat ada tukang yang mengerjakan semua tugas, patut diwaspadai.

Kemungkinan besar pihak pengembang ingin menghemat anggaran pembangunan, sehingga hanya menggunakan tukang bangunan yang tidak mempunyai keahlian khusus. Hasil kerjanya tentu saja jauh dari sempurna dan rumah menjadi cepat rusak.